a Ballerina

Menarilah tanpa batas…

2011 Chevrolet Aveo RS

a Ballerina – Menarilah tanpa batas

   Beberapa bulan setelah peluncuran pada Agustus 2012 lalu, akhirnya saya dan rekan-rekan jurnalis lain diberi kesempatan oleh PT General Motor Indonesia (GMI) untuk merasakan secara langsung keindahan manuver dari All New Chevrolet Aveo di Ex-Police Academy, Ancol, Jakarta.

    Tapi walau termasuk ‘roti basi’, sesi come out and play with Aveo ini bisa terbilang seru dan menyegarkan, karena di sini kami ditantang untuk membuktikan secara ‘live’ manuver ‘bandel’ si Aveo saat berikrar di arena slalom. Pantaskah? Saya-pun yakin dan menjawab Ya!.

    Saat itu, saya dan keempat rekan media lain diberi mandat untuk menjajal performa dan manuver dari versi Aveo 1,4-liter, bertransmisi manual 5 speed, bertenaga 100 hp/6.000 rpm dengan torsi 130 Nm/4.000 rpm. Dan memang saya tak memerlukan penghapus untuk mengganti angka diatas kertas tersebut, karena kenyataan di lapangan sudah terkait serupa dengan data. Namun sangat disayangkan, karena area yang di berikan hanya cukup menampung 5.000 ekor ayam kalkun, tenaga city car yang lumayan menjulang ini, tak dapat tereksplorasi dengan baik.

  Sebelum menggeliat dalam trek yang berdebu, dan berkerikil, para ‘drifter’ Aveo di tuntut untuk melengkapi persenjataan perang khas drifting. Seperti ‘balack'(penutup wajah) dan sebuah helm, yang tentunya bisa menyelamatkan kita dari hal-hal tragis di arena slalom.

   Tapi … sebelum saya berbagi kesan pertama menjadi seorang ‘ballerina’ di trek slalom yang sempit itu, alangkah baiknya saya berbagi sekelumit cerita menarik perihal interior hatchback ala Amerika ini. Kali pertama sewaktu saya duduk di balik kemudi, pandangan mata saya langsung tertuju pada tuas transmisi-nya yang tak lagi kental  dengan nuansa khas negara ‘Kimono’, namun Eropa. Walaupun telah diproduksi di Thailand, tapi tetap saja strategi gigi mundur (R) diposisikan sebelah kiri atas, bukan lagi kanan bawah layaknya mobil sekelas lainnya. Perubahan ini membuat warga asli kelahiran Asia, seperti saya ini ‘kagok’ dengan penggunaan teknis handle transmisinya, karena untuk mengaktifkan R, kita harus menarik tuas yang ada di bawah pentol transmisi. Walah. Tombol pusat pengunci pintu (central lock) dan knop saklar lampu depan juga ada di dashboard juga bergaya ala Eropa. Dan saat saya duduk di ‘pelana’ kemudi, jok sport-nya terasa sedikit keras tapi tetap nyaman, karena posisi jok sendiri dapat diatur sesuai keinginan pengemudi, serta ada fitur tilt steering yang membuat posisi pengemudi makin percaya diri.

   Dan di dalam kabin lapangnya itu, paket instrument cluster nan sporty  tampak jelas di panel speedometer dan odometer yang sudah berpadu dengan unsur digital. Tapi fitur elektronik berteknologi canggih, yang sudah banyak tersemat dalam badan kompetitor sekelasnya, tak jua dimilikinya. Selain itu, steering control dan sensor parking, yang seharusnya menjadi piranti pelengkap fitur standart-nya, juga tak diberikan di hatchback ini.

aveo-1

Instrument cluster-nya sporty banget ya….

aveo-3

Tampilan speedometer dan odometer dengan unsur digital, mengingatkan saya ke salah satu sedan premium… menurut kalian?

  Ya… walau tak sehebat para pesaing, rasanya rentetan fitur All new Aveo ini terbilang lebih ergonomis, dan teknik pengoperasian pada fitur audio system, tuas transmisi, panel power windows juga lebih sederhana dan mudah. Selain itu fitur Quiet Rider Technology, yang meredam ‘polusi suara’ pada American hatchback ini seakan mencuatkan kesan, ‘silent is gold’ di angka 80 dB (intensitas suara) saat melesat dikecepatan 20km/jam.

  Terlepas dari beragam fitur sporty yang ditawarkan oleh Chevrolet, banyak masyarakat yang masih sanksi dengan All New Aveo. Apakah ia benar-benar seorang ballerina profesional pada blok slalom?.  Namun apa yang tak mungkin, jika ground clearance dari Aveo gen dua ini saja sudah siap menekan hembusan angin. Dengan artian, bahwa ia pantas disebut hatchback sport, sosok kendaraan ‘ceper’ yang mampu menari lincah di round 8 (trek angka 8). Perpaduan body yang cukup aerodinamis dan velg 16 inci, membuat All New Aveo putih yang saya tunggangi mampu melibas jarak sekitar 500 meter persegi dengan cara slalom. Wow!.

  Karakter sport Aveo-pun terkuak seketika pada handle steer-nya yang responsif, ia merealisasikan segala keingin kita dengan cekatan di medan memutar. Kemudi bulat berlogo Chevrolet terasa ‘antep’ atau bisa dibilang dia keras namun pas ketika dimainkan ke arena ‘komedi putar’ yang tak terlalu lebar itu. Tarikan awal ala hatchback berpenggerak roda depan di lintasan lurus menghentak jantung saya, apalagi ketika pijakan rem terhempas ke dalam, hingga membiarkan saya dan co-pilot berputar 180 derajat ke arah sebaliknya. Dalam lintasan minimalis seperti itu, saya hanya bermain di area 2 transmisi yang paling rendah. Dan dengan bantuan posisi transmisi di gigi 2, perjalanan saya  membentuk angka “8”, mengurai di kecepatan 10-20 km/jam. Tapi saya gagal!. Saat melakukan aksi round 8 ini, saya sama sekali tak bermain dengan hand break-nya, karena bagi saya handling dan bantingan pantat mobil ini masih ‘nurut’ untuk dikendalikan. Lincah dan tak suka ‘belanja’!

Ia sosok ballerina yang lincah dan tak suka ‘belanja’ lho…

    Next! It’s time to Zig-zag. Jujur saja, hal ini terasa mudah dilakukan, karena pada jejeran ‘cone’ yang sudah tersusun rapi di trek, halang rintang tersebut ada di area visibilitas yang pas bagi pengemudi. Berikut dimensi panjang 4.039 mm , lebar 1.735 mm, tinggi 1.517mm tubuh dan jarak putar 5,25 meter, membuat hatchback ini sangat mudah melakukan manuver di segala ritme rintangan pada trek, dan ia memang sangat gesit meski jarak putar di arena yang disediakan cukup sempit. Oh ya, tak ketinggalan suspensi MacPherson struts direct acting stabilizer bar di depan, yang berpadu dengan compound crank with double walled V beam di belakang kian memupuskan kesan ‘gay’ di kendaraan tersebut. Hasilnya, pada saat berslalom hebat, kondisi suspensi masih normal. Nah, keunggulannya yakni ban seperti lem temporary, yang bakal menempel di aspal hanya pada saat dibutuhkan.

20170306_191102

a Ballerina … So ‘smart’, powerful, and agility.

   Meski sosok American hatchback yang diproduksi dalam pabrik Thailand ini memang lincah, dan punya ayunan suspensi yang menarik, namun sayang, jam terbang saya tak semumpuni kendaraan ini. Ya, bisa dibilang mirip ‘anakan burung’, yang sedang kebingungan dalam trek ‘labirin’ berjarak 500 meter. Tapi disatu sisi saya cukup bangga, ketika menembus angka 1 menit 23 detik. Oke-lah, catatan angka tersebut mungkin bukan yang terbaik diantara para peserta.

    “Wah, coba aku pakai yang matic,pasti bisa semenit tuh,” pikir saya. Karena itulah saya-pun tergoda untuk mencoba yang lain, eh… siapa tahu saya lebih beruntung dengan kendaraan bertuas transmisi otomatis.

20170306_191132

Saat ‘berdansa’ dengan si metic, saya memang butuh ‘pecut’, untuk membuatnya berlari!.

  Dan ternyata, saya butuh pecut, untuk membuatnya berlari. Lemot!. Tarikan awal Aveo varian ini tampaknya tidak terlalu cukup responsif, sehingga harus menekan pedal gas lebih dalam dan sedikit lama. Namun, jika pedal diinjak lebih dalam, hatchback metic ini juga bisa melesat cepat.  Terlebih lagi saat saya memindahkan transmisi otomatis-nya ke tuas perseneling di posisi M (triptonic), ‘auman’ tenaga mesin 1,4 L tercipta sejiwa sesuai dengan keinginan saya hingga garis finish.

   Ending berdebu  yang menyapu lantai slalom siang itu memberikan kesimpulan bahwa dengan harga yang lumayan terjangkau, All New Aveo, atau si Sonic ini, sangat layak oke oce spek aveo fix.jpgberada di kelas hatchback- (bukan city car), dan tentu saja ia siap berkompetisi dengan para pesaingnya di aspal Indonesia. Namun, khusus untuk versi otomatis 6-speed-nya, GMI telah mengklaim bahwa varian tertingginya itu sebagai sosok hatchback yang tak punya kompetitor. Really?. Nv.

(Tulisan ini pernah di publish oleh majalah Motor Trend Indonesia 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s